Advertorial

Tekan Angka Kemiskinan, DPRD Kaltim Dorong Pemprov Kaltim Ambil Langkah Strategis

KABARBORNEO.ID – Sebagai kunci mengelola dampak sosial dan ekonomi dari kedatangan penduduk baru, Pemprov Kaltim didorong menjalin kerja sama yang erat dengan sektor-sektor seperti tambang, migas, perkebunan, dan lainnya yang dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat.

“Pemerintah perlu memberikan fasilitas ruang yang maksimal bagi proses pembinaan SDM di Kaltim. Hal ini harus disertai dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan tenaga kerja lokal,” jelas Salehuddin, Selasa (14/11/2023).

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin, beranggapan bahwa penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa proses pembinaan SDM tidak hanya berkualitas tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menurutnya, Pemprov harus menciptakan lapangan pekerjaan yang tidak hanya berjumlah banyak tetapi juga sesuai dengan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja lokal menjadi kunci dalam menanggulangi kemiskinan.

“Pemerintah harus memberikan fasilitas ruang yang maksimal bagi proses pembinaan SDM di Kaltim. Dan, menciptakan banyak lapangan pekerjaan yang betul-betul match dengan kebutuhan pasar, dan tenaga kerja di Kaltim,” kata Salehuddin.

BACA JUGA :  Bimtek Strategi Menangkal Hoaks Jelang Pemilu Diikuti Oleh Perwakilan Diskominfo Kaltim

Meskipun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, angka kemiskinan di Kaltim mengalami penurunan perlahan. Pada 2021 lalu, angka kemiskinan di Kaltim mencapai 6,54 persen. Lalu pada tahun 2022 turun menjadi 6,31 persen.

Sementara pada Maret 2023 ini, angka kemiskinan kembali turun di Bumi Mulawarman, mencapai 6,11 persen. Angka kemiskinan di Kaltim ini turut jadi perhatian serius oleh DPRD Kaltim.

Dirinya menyatakan salah satu penyebab utama persoalan kemiskinan adalah arus migrasi dari wilayah urban atau luar yang mencari peluang hidup di Kaltim.

Angka kemiskinan diprediksi olehnya tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, tetapi juga dari pendatang.

“Kehadiran mereka mencari pekerjaan di Kaltim menjadi satu penyumbang signifikan pada statistik kemiskinan di Kaltim,” tutupnya. (ADV/DPRDKALTIM)

Related Articles

Back to top button