Advertorial

Sapi Dari Luar Daerah, Sapto : Kenapa Masih Datangkan Dari Luar Daerah

KABARBORNEO.ID – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mendorong OPD terkait segera membenahi program-program terutama di 2024 mendatang.

“Untuk menghilangkan ketergantungan suplai sapi dari luar Kaltim membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun bukan suatu hal yang mustahil apabila ditopang dengan program yang jelas dan terarah,” ucap Sapto, Senin (6/11/2023).

“Jawa Timur dan Sulawesi provinsi penyuplai sapi di Kaltim. Untuk itu pada pertemuan dengan Dinas Peternakan hari ini Komisi II meminta agar di tahun depan program nya jelas dan perlu juga nanti selaras dengan kabupaten/kota,” lanjut Sapto.

Program swasembada daging dan pangan bukan hanya sebuah wacana melainkan cita-cita yang harus terus dikejar dan diraih secara bertahap dengan program yang jelas mulai dari penentuan wilayah, sarana prasarana, bibit pertanian dan sapi indukan, hingga pola pemeliharaan dan penggemukan sapi dengan cara yang benar.

BACA JUGA :  Serapan APBD Murni 2022 Dinilai Minim, Dewan Kaltim Singgung Dampak Pergub 49 Tahun 2020

“Kedepan, Komisi II akan melakukan sinkronisasi antara pertanian, perkebunan, dan peternakan agar bisa melihat seluruh potensi yang ada dan apa yang menjadi kendala selama ini bisa diatasi bersama,” pungkasnya.

Dirinya juga katakan bahwa Bumi Mulawarman harus mampu dalam memenuhi kebutuhan daging sapi sendiri.

Melihat sebanyak 72 persen daging sapi didatangkan dari luar daerah, sementara Kaltim hanya mampu memenuhi daging sapi 28 persen dari peternak lokal. (ADV/DPRDKALTIM)

Related Articles

Back to top button