Advertorial

DPRD KALTIM : Berau Sangat Potensi Datangkan Wisatawan, Namun Tiket Pesawat Setara Pergi Ke Bali

KABARBORNEO.ID – Anggota DPRD Kaltim M Adam Sinte mengatakan Kaltim mempunyai Kabupaten Berau yang mampu menarik wisatawan lokal bahkan mancanegara. Namun, untuk dapat ke sana membutuhkan biaya yang teramat besar. Sampai- sampai harga tiket pesawat menuju Berau jauh lebih mahal ketimbang terbang ke Bali. Selasa, (24/10/2023)

“Jadi, kalau dilihat wisatawan yang datang ke Bali lebih banyak dari pada ke Berau, karena biaya yang mahal sampai ke sini. Kalau ke Bali, hanya dengan biaya Rp 2 juta sudah sampai, tapi ke sini biayanya lebih banyak, sampai R5  Juta lebih,” kata Adam.

Jumlah wisatawan ditakutkan akan sangat terpengaruh apabila hal ini tidak diperhatikan oleh pemerintah.

“Namun untuk kesana tidaklah mudah, lantaran minimnya akses infrastruktur jalan dan fasilitas, sarana dan prasarana penunjangnya. Belum lagi biaya transportasi mahal dan sebagainya, ini akan berpengaruh pada jumlah kedatangan wisatawan ke tempat tersebut,” tutur Adam.

Mengingat potensi parawisata Kaltim yang berlimpah dan memiliki nilai jual, Adam Sinte mendorong Pemprov Kaltim untuk memperhatikan kondisi itu. Ini akan berdampak baik pada kas daerah tentunya.

BACA JUGA :  DPRD Kaltim Tegas Menolak Keputusan Penghapusan Honorer

“Kalau jalan-jalan sudah mulus, walaupun wisatawan yang datang harus lewat darat, tapi mereka bisa menikmati perjalanan dengan menyenangkan. Yang paling penting adalah kita siapkan rest area untuk beristirahat, itu harus jadi perhatian utama. Jadi mereka bisa singgah di sana, tempatnya juga harus bersih dan nyaman, karena kita sepakat bahwa Kaltim memiliki destinasi wisata andalan bisa di jual,” jelasnya.

Diluar itu, perusahaan-perushaan tambang dan batu baru masih saja melanggar regulasi yang digagas DPRD Kaltim berupa Perda terkait jalan khusus kelapa sawit dan tambang batubara.

Dalam aturannya perusahaan harus membangun jalan-jakan tersendiri untuk operasionalnya, namun fakta berkata maraknya kendaraan perusahaan-perusahaan tersebut melintasi jalan umum untuk kegiatannya.

“Kami baru mengesahkan Perda jalan hauling khusus batubara dan sawit. Tapi memang banyak kendala kita. Saya dapat informasi, jalan-jalan kita, jalan negara, jalan provinsi masih dikuasai truk-truk pengangkut CPO dan batubara, padahal Perda kita sudah mengharuskan mereka membuat jalan khusus, kecuali crossing jalan tapi itu harus ada izin juga. Ini harus dibenahi,” jelasnya. (ADV/DPRDKALTIM)

Related Articles

Back to top button