Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Soroti Sarana Prasarana Sekolah yang Tidak Sesuai SNI

KABARBORNEO – Anggota Komisi ll DPRD Samarinda Abdul Rohim soroti masih adanya sarana dan prasarana di beberapa sekolah yang berada di Samarinda masih belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Rohim mengungkapkan kekecewaannya, lantaran program prioritas Wali Kota Samarinda Andi Harun terkait bantuan untuk menunjang program belajar 12 tahun tersebut juga belum memenuhi SNI.

“Berdasarkan datanya ternyata masih banyak sekolah-sekolah yang peralatan sarana dan prasarananya belum memenuhi standarisasi,” katanya, Jumat (26/4/2024).

Menurut Rohim, program prioritas untuk pendidikan tersebut harus merata di setiap sekolah yang ada di Samarinda. Mengingat, fasilitas sarana dan prasarana di sekolah merupakan hal paling penting untuk dipenuhi untuk meningkatkan daya tarik para pelajar meningkatkan skill dan pengetahuan di masa sekolah.

BACA JUGA :  Sofyan Noor Sebut Perlu Kerjasama Semua Stakeholder untuk Minimalisir Miskin Ekstrim

“Semestinya yang jadi ukuran itu kalau mau menunjang program belajar 12 tahun berarti semua sekolah di Samarinda itu seluruhnya, karena kan disitu tidak disebut berapa persen tapi disebut bantuan saran prasarana 12 tahun. Artinya seluruh sekolah,” jelasnya.

Politikus PKS itu mengatakan bahwa program Wali Kota Samarinda salah satunya juga tentang menjadikan pasar di Kota Tepian menjadi pasar dengan standarisasi SNI. Seharusnya di dunia pendidikan juga harus menjadi perhatian pemerintah terkait dengan SNI saran dan prasarana pendidikan.

“Mestinya sekolah itu yang diprioritaskan karena di situ manusianya dididik,” tutupnya.(Hns/Adv)

Related Articles

Back to top button