Advertorial

Muhammad Samsun Usulkan Ikon Kota Juang untuk Sangasanga

KABARBORNEO.ID – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun hadiri upacara peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga yang jatuh pada 27 Januari setiap tahunnya.

Pada 2023 ini, peringatan ini genap menginjak angka 76 tahun.

Upacara Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke-76 digelar di lapangan bola Pertamina Hulu Energi Indonesia Zona 9 Kecamatan Sangasanga, Jumat (27/1/2023).

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi bertindak sebegai inspektur upacara.

Dalam catatan sejarah, Peristiwa Merah Putih Sangasanga bermula ketika tentara Belanda (NICA) pada tahun 1945 mencoba mengusai Sangasanga seutuhnya yang dikenal dengan kekayaan akan sumber minyak. Itu membuat rakyat Sangasanga bersikeras mengusir Belanda dengan melakukan perlawanan tiada henti.

Sebagai tanda kasih sayang terhadap para pejuang Sangasanga yang berhasil mempertahankan daerah dari jajahan bangsa asing, Peristiwa Merah Putih kembali diperingati dengan meriah setelah 2 tahun lebih di landah pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Samsun mengatakan bahwa upacara peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga adalah salah satu cara menjaga semangat perjuangan dan semangat patriotisme bangsa Indonesia pada umumnya dan rakyat Kutai Kartanegara dan Kaltim pada khususnya.

BACA JUGA :  Fasilitas Kesenian dan Kebudayaan di Kaltim Jadi Sorotan, Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Pemerintah Daerah Beri Perhatian Lebih

“Hari ini kita mengikuti upacara peringatan peristiwa merah putih sanga sanga yang sudah setiap tahun kita laksanakan ini dalam rangka untuk mengenang jasa para pahlawan,” kata Samsun.

Samsun berharap Sangasanga ke depan betul-betul bisa menunjukkan eksistensinya sebagai kota juang dengan nilai-nilai sejarah dan ikon khas Sangasanga.

“Artinya mesti ada ikon tertentu yang harus di bangun seperti patung pahlawan atau ikon yang bisa betul-betul mengenang bahwa Sangasanga ini kota juang,” ucap Politisi PDI Perjuangan itu.

Lanjut Samsun, perlu perhatian pemerintah, dalam hal ini Pemprov Kaltim untuk membuat terang sejarah perjuangan para pendahulu.

“Tentunya Pemerintah Provinsi Kaltim harus mengagendakan event atau kegiatan yang mendukung bahwa Sangasanga sebagai kota juang,” pungkasnya. (ATW/ADV/DPRDKaltim)

Related Articles

Back to top button