Advertorial

Ketua KPID Kaltim Tanggapi Krtitikan Deddy Corbuzier Soal Fajar Sadboy

KABARBORNEO.ID – Baru baru ini, salah satu Konten Creator Deddy Corbuzier menyoroti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait Fajar Sadboy yang sering tampil di acara televisi. Di mana, Fajar Sadboy terkenal setelah kisah cinta dengan mantan kekasihnya menjadi Viral dan heboh di sosial media.

Dalam video berdurasi 1 menit 8 detik tersebut, Deddy menyampaikan bahwa, Fajar Sadboy di undang stasiun televisi dengan tujuan untuk mempertontonkan kegalauan cinta anak di bawah umur, namun KPI tidak turun tangan.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Ketua KPID Kaltim Irwan angkat bicara. Menurut Irwan perkembangan media digital sangat bermasalah jika anak didik tidak terawasi dengan baik. Apalagi konsumsi masyarakat kita suka yang viral baru saja ada fajar sadboy yang tayang disalah satu lembaga penyiaran.

“Nanti akan kita lihat apakah ada pelanggaran atau tidak,” tuturnya, Rabu (18/1/2023).

Irwan mengaku, pihaknya juga sudah mengambil sikap dengan mengirim surat ke lembaga penyiaran untuk menampilkan tontonan anak di bawah umur yang mengandung konten dewasa.

BACA JUGA :  Sambut Pembangunan IKN, Ananda Emira Moeis Sebut Fasilitas, Tenaga pengajar dan tenaga Pendidik Kaltim Harus Dikembangkan

“Seminggu yang lalu kita sudah bersurat ke lembaga penyiaran tersebut agar tidak menampilkan anak di bawah umur apalagi ada percakapan tentang asmara yang seharusnya tidak boleh tayang jika memang betul Fajar Sadboy dan pasangannya di bawah umur,” ungkap Irwan.

Dijelaskan Irwan, seharusnya diera digitalisasi ada pengawasan khusus terkait media Ott atau media sosial yang tidak banyak orang-orang sadar bahwa korban perempuan dan anak angkat banyak sekali jika tidak ada pengawasan.

“Untuk itu diharapkan adanya pengawasan internal secara masif bisa jadi ada orang disekeliling kita akan menjadi korban,” tambahnya.

Irwan mengakui, untuk saat ini memang di era digitalisasi sangat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dari yang baik sampai yang fitnah

“Kami juga meminta doa restu kepada mahasiswa dan pemuda yang hadir semoga RUU penyiaran segera disahkan agar pemakaian media kita dilayar kaca dan di smartphone bisa menjadi tempat hiburan edukasi dan informasi yang beradab,” tutupnya. (Adv)

Related Articles

Back to top button