Advertorial

Legislator Kaltim Ananda Moeis Tanggapi Gagasan Kota Samarinda Bebas Tambang

KABARBORNEO.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan TImur, Ananda Emira Moeis angkat bicara soal visi terkait Kota Samarinda terbebas dari aktivitas tambang batu bara di tahun 2026 mendatang.

Sebelumnya Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyatakan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Samarinda tahun 2022-2042 kota Samarinda akan bebas dari aktivitas tambang batu bara.

Kepada media ini, Politisi PDI Perjuangan, Ananda Emira Moeis menyambut semangat Wali Kota Samarinda dengan turut mendukung gagasan tersebut. Dirinya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menuntaskan permasalahan tambang di Samarinda.

Menurutnya pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi dampak negatif dari tambang yang merusak lingkungan dan menyengsarakan masyarakat.

“Pemerintah enggak bisa bekerja sendiri untuk menuntaskan persoalan tambang ini. Ayo masyarakat, kita saling bantu untuk bersama-sama menjadikan Samarinda zero tambang,” ungkap Nanda sapaanya.

Nanda menjelaskan pertambangan merupakan permasalahan yang sangat kompleks. Selain mengancam iklim dan keseimbangan alam, tambang juga tidak memberikan manfaat yang sepadan bagi masyarakat. Justru sebaliknya, tambang menjadi sumber bencana seperti banjir, longsor, dan pencemaran.

BACA JUGA :  Paripurna LKPj Gubernur Kaltim Tahun Anggaran 2022 Akan di Bahas Maret Ini

Akan hal tersebut, Nanda meminta agar masyarakat lebih peka dan proaktif jika menemukan adanya aktivitas tambang di daerahnya.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat agat tak ragu melaporkan ke pihak berwenang jika mengetahui adanya tambang ilegal atau yang tidak mengantongi izin usaha tambang dan sejenisnya.

“Jika ada tambang, saya minta tolong agar masyarakat dapat menyampaikannya. Jangan diam saja. Kita harus bersama-sama saling membantu agar Kota Samarinda bisa terbebas dari tambang,” tegasnya.

Secara tegas Nanda menudukung sikap Pemkot Samarinda tersebut. Terutama dengan Samarinda bebas dari tambang tentu akan berdampak kota Tepian menjadi aman, nyaman, harmonis, dan lestari.

Termasuk persoalan menahun yakni banjir yang kerap melanda Samarinda. Ia meyakini bahwa dengan kebijakan tersebut bisa mengatasinya. Terlebih persoalan global yakni krisis iklim yang mengancam dunia.

“Jika tujuan penyetopan tambang ini untuk iklim, saya dukung. Kalau perlu reklamasinya juga harus diperhatikan. Sebab, ini untuk generasi masa depan,” pungkasnya. (ADV/DISKOMINFOKALTIM)

Related Articles

Back to top button