Advertorial

Laila Fatihah Kritisi Penyelesaian Proyek Molor di Samarinda

KABARBORNEO.ID – Anggota Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPj) Wali Kota Tahun Anggaran 2023 DPRD Samarinda, Laila Fatihah, menyatakan bahwa seluruh fraksi di DPRD Samarinda kompak memberikan kritik terhadap penyelesaian proyek yang molor.

Beberapa proyek besar yang tengah berlangsung antara lain Teras Samarinda, terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin menuju Jalan Kakap, revitalisasi Pasar Pagi, dan revitalisasi Citra Niaga. Meskipun proyek-proyek ini masih berjalan, banyak di antaranya belum mencapai target yang diharapkan.

“Semua masukan fraksi mengkritisi pembangunan tidak selesai, seperti terowongan, Teras, Folder, Pasar Pagi, pembebasan lahan dan yang jelas ada beberapa mega proyek sampai berulang adendum berulang,” ungkap Laila seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda, Rabu (26/6/2024).

BACA JUGA :  Disdikbud Kukar Berkomitmen Mewujudkan SDM Berakhlak Mulia

Politisi PKB ini menjelaskan bahwa hasil tinjauan lapangan menunjukkan progres pembangunan belum menyentuh 80 persen.

“Kita sidak ke lapangan dan rata-rata mereka yang ada tenggat waktu malah ada yang baru 60-70% baru terselesaikan, molor semua,” tegasnya.

Meski demikian, Laila bersama Pansus LKPj DPRD Samarinda tetap memberikan apresiasi terhadap agresifnya pembangunan di Samarinda yang dipimpin oleh duet Andi Harun – Rusmadi Wongso. Namun, mereka juga memberikan catatan dan evaluasi sebagai langkah perbaikan ke depan.

“Kita mendukung peningkatan pembangunan, yang bisa kita lihat dari semua pembangunan mega proyek memang tidak sesuai target. Artinya kita bisa evaluasi di mana salahnya, kurang matang perencanaannya,” tutupnya. (Adv)

Related Articles

Back to top button