Advertorial

Laila Fatihah Beberkan Penyebab Program 10.000 Wirausaha Baru Belum Maksimal

KABARBORNEO.ID – Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran (TA) 2023, Laila Fatihah menyoroti pelaksanaan program prioritas pemerintah yang dinilai belum memenuhi target.

Menurutnya, salah satu program tersebut adalah menciptakan 10.000 wirausaha baru selama masa jabatan Wali Kota Andi Harun dan Wakil Wali Kota Rusmadi Wongso. Namun, hingga masa jabatan kepala daerah tinggal setahun, program tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

Menurutnya, hingga kini program prioritas tersebut hanya menjangkau sebagian kecil dari total pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Samarinda.

“Sebenarnya kalau kita lihat dari satu program ini hanya mencakup sekian persen dari seluruh pelaku UMKM yang sudah terdaftar dan memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) yang diakselerasi oleh Diskumi (Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian) Samarinda,” katanya, Rabu (17/4/2024).

BACA JUGA :  Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta PUPR Prioritaskan Akses Jalan ke Destinasi Wisata di Samarinda

Laila menilai, rendahnya pemahaman para pelaku usaha untuk membuat NIB menjadi salah satu kendala utama dalam mencapai target tersebut. Terlebih lagi, pihaknya kerap kali menemukan pelaku usaha yang kesulitan mendaftar NIB karena terbentur dengan persyaratan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Banyak pelaku usaha yang tidak memahami bahwa penghasilan Rp500 ribu tidak dikenakan pajak,” tuturnya.

Oleh karena itu, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengusulkan agar sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha perlu lebih ditingkatkan.

“Karena jika kita ingin mencapai target, maka hal itu dulu yang harus dituntaskan,” tutupnya.(Hms/Adv)

Related Articles

Back to top button