Advertorial

Damayanti Soroti Perbedaan Besaran Insentif Antara Guru SMA dengan Guru PAUD

KABARBORNEO.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti menyoroti perbedaan besaran insentif antara guru di SMA dengan guru di SD dan SMP sebagai salah satu faktor penghambat peningkatan kualitas pendidikan di Samarinda.

“Kalau kita melihat kondisi real di lapangan, guru – guru kita saat ini banyak yang berbondong-bondong berkeinginan mengajar di SMA. Di SMA luar biasa intensinya sekitar 3 jutaan, guru – guru kita (PAUD – SMP) hanya di angka sekitar 700 ribu,” ujar Damayanti, Rabu (13/3/2024).

“saya hanya ini berkeinginan apakah memungkinkan dari Dinas Pendidikan Kota Samarinda mengajukan permohonan subsidi silang dari pemerintah provinsi,” tambahnya.

BACA JUGA :  Upaya Kaltim Tingkatkan SDM Berkualitas Perlu Dukungan Pusat

Hal tersebut menjadi kekhawatirannya, melihat kinerja sebagai seorang guru tidaklah mudah, apalagi bagi mereka yang sudah mengabdi untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak selama bertahun-tahun namun tidak mendapatkan keadilan.

“Artinya hal ini harus kita siasati bagaimana guru – guru kita baik di tingkat PAUD hingga SMP merasa nyaman memberikan pendidikan kepada anak -anak kita,” jelasnya.

Mengingat anggaran pendidikan di Kota Samarinda sangat terbatas, ia memberikan usulan untuk disiasati melakukan subsidi silang kepada Pemprov Kaltim.

“Mungkin subsidi silang ini belum pernah dilakukan, tapi pernah terjadi sebelumnya.” Pungkasnya.(Adv)

Related Articles

Back to top button