Advertorial

Menuju Smart Province, Diskominfo Kaltim akan Hadirkan Jaringan Internet di 50 Desa

KABARBORNEO.ID – Konektivitas jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terbilang belum semua terjangkau. Namun demikian, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kaltim terus berupaya memenuhinya. Hal itu sejalan dengan semangat Pemprov Kaltim untuk menjadi Smart Province.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim), Muhammad Faisal optimis target itu akan secara berangsur terpenuhi.

“Pemerintah sepakat, infrastruktur jaringan telekomunikasi sama pentingnya dengan infrastruktur pembangunan seperti jalan dan jembatan. Jadi sudah kita sama ratakan prioritasnya,” ujar Muhammad Faisal.

“Karena digitalisasi sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan, pemerintah harus hadir di situ.” lanjutnya dalam sebuah acara podcast.

Faisal mengakui bahwa perjalanan membangun akses jaringan telekomunikasi di wilayah Kaltim penuh tantangan. Ia menyebut salah satu yang menjadi hambatan yakni kondisi geografis Benua Etam.

“Kaltim ini, luasnya setara Pulau Jawa. Tapi penduduknya hanya sekitar 3,8 juta. Jadi susah, luas wilayah besar, penduduk hanya sedikit. Bukan lahan menarik bagi provider untuk investasi. Jarak jauh, invest besar, manusia sedikit. Jadi ngga sebanding. Sehingga butuh tangan pemerintah,” terang Faisal.

BACA JUGA :  KPID Kaltim dan Bawaslu Kaltim Lakukan Kerjasama Pengawasan Kolektif Pada Pemilu 2024

Namun demikian, dalam mewujudkan Smart Province pemerintah mesti memenuhi syarat. Setidaknya 50 persen kabupaten/kota menjadi Smart City. Sejalan dengan pentapan Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru bagi Indonesia, kesenjangan akses telekomunikasi harus segera dituntaskan.

“Kita juga mengejar target menjadi Smart Province dimana syaratnya harus 50 persen kabupaten/kota sudah menjadi Smart City. Di Kaltim itu baru tiga kota, Balikpapan, Samarinda, dan Bontang,” tandas mantan pejabat Pemkot Samarinda ini.

Faisal menegaskan, percepatan pembangunan akses telekomunikasi dari Pemprov Kaltim dilakukan dengan konsep jaringan fiber optik (FO) ke desa-desa. Dalam satu tahun terakhir, lanjut Faisal, Pemprov Kaltim melalui Diskominfo telah menghidupkan internet di 39 desa.

“Tahun 2023 ini, Diskominfo menarget kembali membangun akses jaringan internet di 50 desa,” tandasnya. (ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Related Articles

Back to top button