Advertorial

Dispar Kaltim Optimis Penuhi Target Kunjungan Wisatawan

KABARBORNEO.ID – Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mematok target untuk pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata.

Tujuannya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan mampu menyelamatkan ekonomi global di tengah resesi.

Pada 2022 lalu, mobilitas wisatawan tembus di angka 734 juta orang. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tahun ini targetnya dinaikan menjadi 1,4 miliar mobilitas atau pergerakan.

Sementara Kaltim, ditargetkan Kaltim mampu menarik minat wisatawan hingga 9,6 juta pergerakan. Jauh lebih tinggi dari target yang ditetapkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, berkisar 6-8 juta pergerakan wisatawan.

Menurut Kepala Dispar Kaltim, Ahmad Herwansyah mengatakan jika target yang ditetapkan Bappenas memang jauh lebih tinggi dari target yang ditetapkan pihaknya.

Bahkan untuk mencapai target sebanyak 9,6 juta pergerakan akan sulit dilakukan. Sebab, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Diantaranya kelayakan infrastruktur, seperti jalan penghubung yang memadai hingga akses penerbangan menuju destinasi wisata Benua Etam.

BACA JUGA :  Wisata Konservasi Dapat Menambah Minat Wisatawan, DPRD Kaltim : Harus Ada Keseriusan Dari Pemerintah

“Memang dalam pengembangan pariwisata di Kaltim itu kan sangat luas, jadi infrastruktur itu yang juga jadi kendala. Flight (penerbangan) juga harus ditambah, karena memang akses menuju destinasi itu yang jadi penghalang,” sebutnya.

Kendati masih banyak penghalang untuk mencapai target yang ditetapkan Bappenas, Dispar Kaltim akan tetap berupaya menjangkau target tersebut. Setidaknya mampu melebihi target yang ditetapkan pihaknya sendiri.

“Kami tentu mengembangkan destinasinya, pemasaran hingga pelatihannya. Tapi untuk akses menuju destinasi wisata itu harus dibenahi juga. Untuk Bappenas kami juga meminta kalau bisa diberikan bantuan dak fisiknya. karena infrastruktur itu penting. Makanya jika memang Bappenas mematok 9,6 juta, ya kami minta juga bantuannya. Harus melihat juga kondisi infrastruktur di bawahnya,” tutupnya. (ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Related Articles

Back to top button