Advertorial

Fesyar KTI Resmi Ditutup, Kaltim Berpeluang Besar Melakukan Percepatan Pengembangan Ekonomi Syariah

KABARBORNEO.ID – Seluruh rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) Road to Indonesia Sharia Economic Festival (IESF) 2023 telah berakhir. Acara tersebut secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni yang hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Atrium Big Mall Samarinda.

Dalam upaya mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, pada kesempatan itu Sekda Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan, apresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia yang telah melaksanakan agenda rutin tahunan tersebut.

Fesyar terbagi dalam tiga wilayah besar, diantaranya wilayah Sumatera, wilayah Jawa, dan KTI yang meliputi wilayah Kalimantan, Bali, Nusra, Sulawesi, Maluku dan Papua.

“Diawali dari Fesyar KTI yang di pusatkan di Kota Samarinda, mudah-mudahan menjadi titik awal dan menjadi berkah bagi Kaltim yang menjadi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Serta, daerah lainnya yang berada di kawasan timur Indonesia. Dengan Fesyar ini, menjaga umat menuju sejahtera,” ucap Sri Wahyuni.

Menurut Sri Wahyuni Fesyar 2023 yang digelar di Samarinda, telah menjadi platform penting bagi pertumbuhan ekonomi syariah di wilayah Indonesia Timur. Di mana dalam empat hari pelaksanaan kegiatan itu, semua peserta telah melakukan diskusi mendalam, bertukar ide dan sinergi yang kuat antar pelaku industri, akademisi dan pemerintah, agar mencapai visi bersama mengenai ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Melihat Konflik Israel-Palestina, DPRD Kaltim : Cerdas dan Waspada Terhadap Oknum Yang Mengganggu Kedaulatan NKRI

Kaltim kontribusi ekonominya secara umum mencapai 52 persen, untuk regional Kalimantan. Untuk ekonomi syariah, ada peluang yang lebih besar untuk dilakukan percepatan pengembangannya di Kaltim. Mulai dari wisata halal, kuliner, maupun hal-hal yang sifatnya muslim friendly.

“Pemerintah bersama stakeholder terkait mempunyai tanggung jawab moral untuk mendukung ekonomi dan keuangan syariah. Kami juga berharap ada percepatan bagi Kaltim yang menjadi wilayah IKN untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional,” jelas Sri.

Sri Wahyuni menambahkan, Fesyar juga membuka pintu dan peluang untuk kerja sama baru ekonomi keuangan syariah wilayah Indonesia timur.

“Dengan tekad kuat dan kerja keras tentu kita dapat mencapai visi ekonomi syariah di kawasan Timur Indonesia,” pungkasnya. (ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Related Articles

Back to top button