oleh

Banjir dan Longsor Termasuk Bencana Peringkat Tertinggi di Kota Samarinda

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan FGD Dan Diskusi Publik rencana Penanggulangan Bencana Kota Samarinda Tahun 2021 – 2025 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda Jalan S.Parman, Kota Samarinda pada hari Kamis (15/4/2021).

Dalam acara tersebut, dibuka langsung oleh Andi Harun, Wali Kota Samarinda dan dihadiri oleh Angkasa Jaya Djoerani, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, para tokoh yang memahami tentang kebencanaan dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait.

Muhammad Wahduddin, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mengatakan ada sembilan jenis bencana yang berpotensi di Kota Samarinda, diantaranya banjir, longsor, difteri, cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, epidemik dan wabah penyakit, gagal teknologi dan konflik sosial.

Lanjutnya tidak hanya banjir namun tanah longsor menjadi bencana tertinggi di kota samarinda saat ini.

BACA JUGA :  Budi Gunadi Sadikin Sebut Banyak Daerah Sengaja Kurangi Tes Corona Demi Jadi Zona Hijau

“Bukan hanya banjir, tapi juga tentang longsor yang menjadi dua peringkat tertinggi di Kota Samarinda,” kata Wahduddin.

Sementara diwawancarai terpisah, Andi Harun, Wali Kota Samarinda saat ditanya terkait anggaran penanggulangan bencana masih menunggu draf dari BPBD.

“Saya belum terima daftarnya apa aja. Berapa ribu anggarannya. Kalau sudah saya tau, nanti saya hitung berapa kekuatan APBD kami, Seberapa lama ? Apakah satu tahun anggaran cukup atau lebih,” ujar Andi Harun saat ditemui awak media di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda.

Andi Harun menambahkan selain peralatan yang urgen, diperlukan kolaborasi dengan pihak yang terkait dalam penanggulangan bencana di Kota Samarinda.

“Termasuk personil menjadi satu bagian tidak terpisahkan dari penanggulangan bencana, sinergi dan kolaborasi bersama masyarakat,” pungkasnya. (KabarBorneo / Rasyid)

Berita Terkait