oleh

Tanggapan Komisi I DPRD Kaltim Soal Banjir Kutim dan Berau

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA – Banjir yang terjadi di beberapa kawasan Kabupaten Kutai Timur dan Berau bukan tanpa sebab, hal tersebut ditanggapi oleh Agiel Suwarno Anggota Komisi I DPRD Kaltim.

Agiel Suwarno klaim bahwa penyebab banjir dikawasan tersebut terdapat kawasan tambang dan perkebunan kelapa sawit sehingga serapan air berkurang saat terjadi hujan.

“Eksploitasi secara berlebihan akhirnya mengakibatkan daerah yang dulunya hutan sebagai sumber resapan air sekarang tidak ada lagi,” ujarnya pada Kamis (27/5).

Politisi PDI-Perjuangan itu berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi bekerjasama untuk mengatasi permasalahan banjir dan daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana.

BACA JUGA :  Syafruddin: Kondisi Jalan Sangat Memperihatinkan, Pusat Seakan Tidak Perduli dengan Kaltim

“Daerah yang menjadi korban bencana ini bisa diatur, seperti daerah yang gundul dilakukan penghijauan. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan provinsi,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Isran Noor, menyebutkan bahwa faktor utama terjadinya banjir tersebut akibat pembukaan lahan perkebunan  yang menyebabkan menurun kapasitas penyerapan air,Ia pun membantah faktor banjir bukan dari aktivitas tambang .

“Bukan, enggak ada di sana bukan tambang di sana banyak kebun banyak pembukaan lahan,” ucap orang nomor satu di Kaltim, Rabu (26/5/2021).(KabarBorneo /Rasyid)

Berita Terkait