oleh

Siaga Merapi Diperpanjang Bupati Sleman

Kabarborneo.id– SAMARINDA. Pemkab Sleman menempuh perpanjangan ke-tiga status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi mulai 1 Februari hingga 28 Februari 2021 mendatang.

Status tanggap darurat Merapi diperpanjang dengan menimbang laporan hasil pemantauan aktivitas gunung merapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tanggal 28 Januari 2021.

Di mana disebutkan ada peningkatan aktivitas vulkanik sehingga gunung Merapi masih pada status ‘siaga (level III)’. Berdasarkan informasi BPPTKG, awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 mm dan durasi 61 detik. Beberapa hari sebelumnya analisis lembaga ini menyebut sempat terjadi penurunan kubah lava dari 25 Januari hingga 28 Januari.

Diketahui, status Gunung Merapi saat ini adalah siaga atau pada level III. Status ini naik dari waspada (level II) pada Kamis, 5 November 2020 lalu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi mulai 1 Februari hingga 28 Februari mendatang.

Perpanjangan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sleman No 8/Kep.KDH/A/2021 tentang Perpanjangan Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Gunungapi Merapi. Surat tertanggal 29 Januari 2021 itu ditandatangani Bupati Sleman Sri Purnomo.

Dalam surat tersebut, Sri menjelaskan, perpanjangan status ditetapkan dengan menimbang laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Analisis lembaga itu menyatakan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Merapi, sehingga status aktivitas Merapi tetap pada status level III (siaga).

BACA JUGA :  Gubernur Kaltim dan 10 Orang Masuk Tahap 2 Vaksinasi

Selain itu, menurut Sri, ada pula potensi bahaya berupa guguran lava dan lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif luncuran awan panas sejauh 5 kilometer.

“Pemkab Sleman direkomendasikan untuk melakukan miitigasi bencana akibat letusan Merapi yang bisa terjadi setiap saat,” kata dia.

Perpanjangan status, lanjut dia, juga menimbang situasi saat ini di mana terdapat ratusan jiwa pengungsi dari beberapa kelurahan terdampak di sekitar Gunung Merapi yang harus memenuhi kebutuhan dasar.

“Situasi saat ini terdapat 145 jiwa pengungsi warga Padukuhan Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem di barak Pengungsian Purwobinangun, Kapanewon Pakem, dan 10 jiwa warga Padukuhan Ngrangkah, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan di barak pengungsian Plosokerep, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan,” rinci Sri.

Lebih lanjut selama status tanggap darurat, Sri menjelaskan, segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat penerapan kondisi ini dapat dibebankan pada APBD, APBN dan sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Status tanggap darurat bencana sebagaimana dimaksud dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi,” pungkas Sri.

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas pada Minggu (31/1) sore. (*)

Artikel ini sudah tayang pada Laman CNN INDONESIA dengan judul : Sleman Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Merapi

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.