oleh

IKN Pindah ke Kaltim, SDM di Tingkat Desa Harus di Kuatkan

 KABARBORNEO.ID, SAMARINDA- Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim masih menjadi perbincangan hangat dari berbagai kalangan pemuda, akademisi, hingga pengusaha.

Awalludin, Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul mengatakan pindahnya IKN di Kaltim akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi kaltim.

“Permasalahannya adalah jangan sampai nanti pada saat terjadinya perkembangan ekonomi di Kaltim karena banyak investor yang masuk tapi tidak didukung dengan sumber daya manusia yang ada di Kaltim,” kata Awalludin dalam acara diskusi publik di Setiap Hari Coffe jalan Juanda yang diadakan oleh HMI Badko Kaltim-tara.

Awalludin mengungkapkan sumber daya manusia di Kaltim harus dipersiapkan dari sekarang agar tidak menjadi penonton bahkan menjadi tenaga kerja kasar atau buruh.

” Padahal yang kita harapkan dengan adanya IKN di Kaltim yaitu peningkatkan pendapatannya bukan di level buruh tapi di level manajer,” jelasnya (16/6/2021).

BACA JUGA :  Ini Alasan Mahfud MD Minta Istilah KKB Papua Tak Dipakai

Awalludin menuturkan dengan keberadaan IKN, yang harus diperhatikan adalah sumber daya manusia ditingkat desa.

“Jangan sampai inflasi meningkat harga meningkat namun pendapatan mereka tidak meningkat secara signifikan,” terangnya.

Selain itu, Ketua HIPMI Kaltim, Bakrie Hadi juga menekankan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), pemerintah desa dapat beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 sehingga desa di Kaltim mengalami kemajuan.

“Desa harus punya website, harus melek teknologi, apa potensi desa harus dikampanyekan lewat media sosial atau website desa,” kata Bakrie.

Bakrie berharap desa yang ada di kaltim nantinya menjadi ujung tombak pembangunan yang ada di IKN.

“Jadi desa sudah modern melek teknologi pasti akan makmur dan uang yang beredar di desa dimaksimalkan untuk pembangunan,” tutupnya. (Kabar Borneo.id/Rasyid).

Berita Terkait