oleh

Bentrok Massa di Acara HMI Polman Sulbar, Formatur BPL HMI Cabang Samarinda, Yusuf: Proses Kaderisasi Terhambat

KABARBORNEO.ID. SAMARINDA – Pada tanggal 20 Februari 2021 telah terjadi pengrusakkan pembukaan Intermediate Training (LK II) HMI Cab. Polewali Mandar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Intermediate Training (LK II) merupakan suatu jenjang perkaderan formal HMI tingkat nasional artinya peserta dalam kegiatan ini tersebar dari berbagai daerah .

Kejadian tersebut terjadi karena HMI dinilai bukan bagian dari ASWAJA dan beberapa kelompok melarang HMI berkegiatan di kampus Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN)

Melalui keterangan Ketua Panitia Pelaksana, kegiatan tersebut sudah mendapatkan izin dari pihak Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN).

Bentrok HMI di Sulawesi Barat (RS)

Atas kejadian pengrusakan tersebut, terdapat beberapa kader HMI yang mengalami luka dan kepala bocor.

BACA JUGA :  Soal Penggunaan Alat GeNose di Kota Balikpapan masih jadi Pertimbangan

Formatur terpilih BPL HMI Cab. Samarinda, Yusuf sangat menyayangkan aksi pengrusakkan tersebut, dikarenakan telah merusak citra kultur Polewali Mandar dihadapan peserta training.

“Kalau begini kan citra HMI Polewali Mandar enggak bagus dimata peserta training apalagi banyak peserta dari cabang lain”. Kata Yusuf

Yusuf juga menegaskan untuk menindak serta melakukan upaya penyelesaian secara hukum karena telah merusak citra HMI secara kelembagaan dan juga keberlangsungan kaderisasi.

“Kasus ini membuat terhambatnya proses kaderisasi HMI dan Kejadian seperti ini harus ditindak secara hukum agar pelaku mendapatkan efek jera” pungkas Yusuf. ( KabarBorneo.id / RasyidS )

Berita Terkait