Peristiwa

Angkasa Jaya Ungkap Alasan Tertundanya Tinjauan Lokasi Tambang dan Perumahan

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA РRencana kunjungan Komisi III DPRD Samarinda ke beberapa lahan konsesi tambang batubara dan lokasi pematangan lahan perumahan harus tertunda sejenak.

Dikarenakan terbenturnya beberapa agenda kedewanan yang telah terjadwalkan sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Samarinda.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani.

“Selesai agenda kami akan lanjutkan. Karena bulan ini ada pengesahan APBD Murni 2022 juga. Artinya, tinjauan ke pertambangan jadi terhambat dulu,” ujar Angkasa saat dikonfirmasi.

Disampaikan kembali oleh Angkasa, tinjauan ke wilayah pertambangan dan perumahan di Samarinda Utara dan Sungai Kunjang sebelumnya ditargetkan rampung pada Desember 2021 mendatang.

“Berat mau selesai akhir Desember 2021. Jadi kami perkirakan akan selesai tinjauan di bulan Januari 2022 nanti. Baik yang pertambangan maupun perumahan,” sambungnya.

Meski demikian, Angkasa menegaskan, agenda tinjauan ke pertambangan dan perumahan itu akan tetap dilanjutkan Komisi III dan tak akan dibiarkan terlalu lama berlarut.

BACA JUGA :  Disdikbud Kukar Berkomitmen Mewujudkan SDM Berakhlak Mulia

Dipastikan, lokasi konsesi PT Lanna Harita Indonesia di Samarinda Utara, menjadi wilayah yang selanjutnya untuk ditinjau.

“Masih ada sekitar 10 konsesi perusahan pertambangan di Samarinda Utara, dan baru hanya 1 yang ditinjau, yakni PT Tiara Bara Borneo (TBB). Setelah selesai baru bergeser ke Sungai Kunjang,” ungkap Angkasa Jaya.

Ia menambahkan, waktu tinjauan ke lokasi pertambangan dan dan perumahan sendiri tak bisa dipastikan pihaknya.

“Kalau sekiranya bisa masuk di tengah-tengah November 2021 ini, ada waktu kosong, kami akan langsung tinjauan. Jadi, memang tidak bisa ditargetkan, karena belum dapat jadwal pembahasan. Juga adanya agenda lain yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu,” tambahnya.

Ditegaskan kembali tujuan kunjungan yang dijadwalkan beberapa waktu lalu yakni dalam rangka mencari fakta, apakah aktivitas pertambangan dan pengembangan perumahan menjadi penyebab parahnya banjir di Samarinda.

“Jadi kami fokusnya terhadap kerusakan lingkungan,” tegasnya. (Tim Redaksi Kabarborneo.id)

Related Articles

Back to top button