oleh

Hadir Dalam Diskusi Abdul Rofik Ulas Potensi IKN di Kaltim

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA – Pebincangan hangat terkait Ibu Kota Negara (IKN) menjadi kebiasaan yang tak asing didengar di Samarinda.

Tak ingin tertinggal memontum para pemuda meggelar diskusi publik yang dilaksanakan di Black Orchid Cafe, Jl Vorvo pada, Minggu malam (13/02/2022).

Acara ini dihadiri oleh Abdul Rofik selaku anggota Komisi II DPRD Samarinda. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan dirinya mengapresiasi dan sangat takjub atas apa yang dilakukan gerakan para elemen pemuda untuk melakukan diskusi perkembangan Benua Etam.

Abdul Rofik menilai bahwa pemuda ataupun masyarakat Kaltim sudah semestinya berbicara persoalan realita. Apalagi dalam hal ini IKN merupakan salah satu peluang besar untuk menciptakan peluang kerja.

“Pemuda seharusnya terus melakukan diskusi dan mulai mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan IKN di Kaltim ini,” ungkapnya kepada awak media saat dikonfirmasi ulang pada, Senin (14/2/2022).

Menurut Rofik, jika tidak ada persiapan ataupun pembicaraan bagaimana bisa pemuda mengisi tempat strategis di IKN nanti. Sebagai masyarakat asli Kaltim, jangan sampai hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

BACA JUGA :  Komisi III Dorong Kerjasama Pemkot Samarinda - Pemkab Kukar Atasi Banjir Kiriman

“Namun saya yakin dengan adanya inisiatif seperti ini kedepannya pemuda Kaltim bakal terus berkembang dalam hal apapun,” tegasnya.

Selain itu, Politisi PKS itu juga sempat mengutarakan tanggapannya tentang IKN. Kalau dari sudut pandangnya, sebagai masyarakat ataupun pemerintah harus optimis dengan segala kesempatan yang ada

“Karena IKN itu sendiri sudah disahkan oleh pemerintah, karena untuk jadi pemenang ataupun pecundang itu adalah pilihan, jadi sebagai penyangga Ibu Kota bersama Wali Kota Samarinda kami di DPRD optimis untuk menyambut kedatangan IKN,” ucapnya.

Di ranah legislatif dirinya siap melakukan inovasi dengan pemerintah. Sehingga pada saat kedatangan IKN bakal memberikan keuntungan besar bagi masyarakat asli Kaltim.

“Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, akan banyak potensi lapangan kerja, terutama di bagian UMKM, ataupun dari pertanian dan industri,” tutupnya. (Redaksi Kabarborneo.id)

Baca Juga