oleh

Tegas Andi Harun Ingatkan Hindari Praktik Suap dan Gratifikasi Di Lingkungan Pemkot Samarinda

KABARBORNEO.ID-SAMARINDA Wali Kota Samarinda, Andi Harun kembali mengingatkan seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di lingkungan pemerintah kota untuk selalu menghindari praktik korupsi, suap dan gratifikasi.

Ini bukan kali pertama ia sampaikan.

Sebagai pucuk pimpinan, Andi Harun tidak ingin budaya korupsi, suap dan gratifikasi mengakar di masa jabatannya.

“Kita harus berkomitmen kuat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan ini komitmen yang harus kita pegang bersama setiap saat,” ucap Andi Harun saat diwawancara usai memimpin apel di Balaikota, Jumat (14/1/2022).

Andi Harun menyadari bahwa menghapus budaya buruk dibutuhkan mental baja dan komitmen tinggi untuk menjaga integritas.

Ia pun berharap kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa pejabat dibanyak daerah tidak menyurutkan semangat rakyat untuk membangun negeri ini.

BACA JUGA :  Diskominfo Samarinda Gelar Bimtek Jurnalistik

“Termasuk di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda,” tambahnya.

Di depan seluruh bawahannya, orang yang memegang pucuk pimpinan di Kota Samarinda menyampaikan, kejadian OTT di banyak daerah dianalogikan sebagai puncak gunung es.

“Ini rangkaian panjang yang telah melahirkan puncak kejadian yang bermula dari kebiasaan menerima penghasilan yang tidak sah baik dari hukum positif maupun hukum agama,” sampainya.

Sebagai orang yang sudah banyak makan garam di dunia politik, Andi Harun menegaskan selama seseorang mampu menjaga integritas dan menjaga amanah rakyat maka tidak perlu ada yang ditakuti.

“Pendek kata jika kita tidak korupsi maka tidak perlu ada yang ditakuti,” tutupnya. (Tim Redaksi KabarBorneo.ID)

Berita Terkait