oleh

Resmi Dilantik, 100 Hari Kerja Andi Harun-Rusmadi Akan Fokuskan 5 Program Kerja

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA-Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi resmi dilantik oleh Gubernur Kaltim Isran Noor secara virtual di rumah jabatan Wali Kota Samarinda.

Andi Harun menyampaikan pelantikan dirinya sebagai Wali Kota Samarinda bukan sekadar seremonial. Ia menilai, pelantikan ini adalah momentum yang sakral bagi dirinya mengemban amanah memimpin masyarakat Kota Tepian.

“Alhamdulilah, satu proses sudah berjalan. Dan kita sadar bahwa tidak ada satu peristiwa pun yang terjadi secara kebetulan,” ujar Andi Harun kepada awak media saat ditemui di rumah jabatan.

“Semoga hari ini menjadi awal yang penuh berkah untuk memulai tugas dan tanggung jawab, melaksanakan amanah masyarakat kota Samarinda yang telah diberikan kepada kami, bersama Pemkot Samarinda,” lanjutnya.

Selanjutnya, Ketua DPD Gerindra Kaltim menyampaikan rencana 100 hari kerjanya bersama Rusmadi. Ia menyampaiakn ada lima program percepatan yang akan ia kerjakan untuk warga Samarinda.

BACA JUGA :  Reskrim Polsek Samarinda Ulu Bekuk Dua Kurir Sabu Menuju Kalsel

“Tetapi program 100 hari kerja ini prinsipnya bisa kita lakukan cepat dan berbiaya murah. Kemudian, kita harapkan langsung dapat dirasakan dan bermanfaat buat masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso menyampaikan bahwa 5 program tersebut yakni pertama, penangan dampak pandemi Covid-19 di Samarinda. Kedua, penanggulangan sampah pada TPS di jalan raya. Ketiga, penataan parkir sekaligus PKL. Keempat, penanganan awal terkait banjir dan terakhir, realisasi program ProBebaya Rp 100 juta – Rp 300 juta per RT per tahun.

“Namun untuk banjir tidak mungkin hanya dalam seratus hari saja. Pasti akan berlanjut. Dan khusus untuk ProBebaya memang janji kami, tapi akan kita lakukan tahun depan. Dalam seratus hari ini kita akan persiapkan dasar hukumnya. Paling tidak targetnya dalam seratus hari sudah keluar peraturan Walikota terkait dengan program Rp 100 – 300 juta per RT,” pungkasnya. ( Kabarborneo.id / RasyidS )

Berita Terkait