oleh

Jembatan Mahkota II Kembali Dibuka dan Resmi Berganti Nama Menjadi Achmad Amins

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakil Wali kota Samarinda, Rusmadi resmi buka kembali Jembatan Mahkota II dengan nama baru, pada kamis (10/6/2021) siang.

Jembatan Achmad Amins yang sempat ditutup pada bulan April lalu, akibat longsor pada bagian pylon ( menara)tujuh disisi palaran.

Andi Harun menjelaskan sejak kejadian longsor didekat pylon tujuh, Pemkot Samarinda bersama Pemerintah Nasional Kementerian PUPR, mengambil langkah-langkah teknis dalam upaya pengamanan dan perbaikan.

“Konsultan dari PUPR telah melakukan pengukuran bersama PT Nindia Karya sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Spam, yang mengalami musibah longsor pada bulan april lalu”, jelas Andi Harun.

Kegiatan pengukuran yang dilaksanakan pada tanggal (17/5/2021) lalu.Hasil pengukuran disimpulkan bahwa pylon tujuh bergerak vertikal 12 milimeter dan horisontal 7 milimeter.

Setelah mempertimbangkan hasil pengukuran deformasi analisa struktur dan perbaikan retaknya jembatan, maka jembatan Achmad Amins dapat dibuka kembali dengan catatan.

“Dengan adanya catatan, akan ada dilakukan monitoring deformasi secara berkala. Kami umumkan kesemua masyarakat penguna jembatan ini baik pemerintah, bahwa kendaraan yang boleh melintas hanya kendaraan roda dua dan roda empat yang bersifat pribadi, kecuali kendaraan roda tiga pengangkatan sampah. Untuk kendaraan Trak dan segala jenisnya masih belum diperbolehkan untuk melintas di Jembatan Achmad Amins”, ungkap Andi Harun.

BACA JUGA :  Larangan Takbir Jelang Idul Fitri Pemkot Samarinda Segera Keluarkan Surat Edaran

Saat disinggung awak media mengenai perubahan nama jembatan, yang awalnya Mahkota II diubah menjadi jembatan Achmad Amins, Andi Harun mengatakan Achmad Amins adalah mantan Wali Kota Samarinda dan sebagai pencetus pembangunan jembatan Mahkota II.

“Pak Achmad Amins ini adalah mantan Wali Kota Samarinda, yang mencetuskan ide pelaksanaan pembangunan jembatan Mahkota II, setelah perjuangan yang panjang sejak 2003 di bangun, sehingga sangat beralasan kita dedikasikan nama Achmad Amins sebagai nama jembatan ini”, kata Andi Harun.

Saat ditemui bersama, istri almarhum Achmad Amins, Hj. Aminah Amins merasa terharu bahagia atas pemberian nama jembatan Achmad Amins.

“Perjuangan pembangunan jembatan memang cukup panjang sejak 2003, saya merasa bahagia nama Almarhum suami saya dijadikan simbol jembatan yang beliau bangun. Saya harap kepada masyarakat semua jembatan ini di peliharaan dengan baik”, harap Hj. Aminah Amin. ( KabarBorneno / Ansyahf ) 

Berita Terkait