oleh

Dianggap Berbahaya Bagi Lingkungan, Rusmadi sebut Minyak Jelantah Bernilai Ekonomis jika Dimanfaatkan.

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA – Pemkot Samarinda gelar kegiatan donasi jelantah membangun Samarinda (jengrinda), yakni program inovasi pengelolaan sampah pada Rabu (2/6/2021) pagi.

Program jengrinda merupakan program 100 hari kerja demi mengimplementasi, misi Pemkot Samarinda mewujudkan Kota dengan lingkungan yang lestari.

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi menjelaskan bahwa minyak jelantah berbahaya untuk lingkungan terlebih jika dibuang bukan pada tempatnya.

“Dampak minyak jelantah jika dibuang dapat merusak lingkungan dan merusak dari pada kualitas air, apa lagi dibuang di parit”, ungkap Rusmadi.

Minyak jelantah menjadi ancaman tingginya jumlah penyakit kronis, seperti jantung, kolesterol, stroke, hingga kanker.

Program jengrinda ini setidaknya bisa membantu menguraikan minyak limbah menjadi lebih termanfaatkan, memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta mencegah penyalahgunaan.

BACA JUGA :  Peresmian Probebaya, Sugeng Harap Dapat Atasi Persoalan Samapai di Tingkat Akar Rumput

“Oleh karna itu kami ingin memanfaatkan jelantah, minyak jelantah yang memang bernilai ekonomi. Pada tahun 2019 harga minyak jelantah seharga tiga ribu rupiah per liter dan sekarang harganya lima ribu rupiah perliter”, jelas Rusmadi.

Sementara itu, di temuin seusai acara, kepala dinas lingkungan hidup Samarinda, Nurrahmani pengatakan program jengrinda adalah salah satu kinerja Pemkot Samarinda terhadap dalam pengendalian pencemaran air.

“Muara dari kegiatan jengrinda adalah pengendalian pencemaran terhadap kualitas air yang ada di karang mumus, ini adalah salah satu kinerja pemkot terhadap perubahan iklim dalam mempertahankan indeks kualitas air”, pungkas Nurrahmani.(kabarborneo/ansyahF)

Berita Terkait