oleh

Terungkap Sosok Jendral Di Balik Kudeta Myanmar

KABARBORNEO.ID. SAMARINDA- Jendral Min Aung Hlaing terkenal sebagai sosok pendiam dan tidak suka mencuri perhatian hal ini diungpkan oleh orang-orang sekitarnya. Tetapi dari sosok pendiamnya itu Ia disebut-sebut sebagai orang di balik Kudeta Militer di Myanmar.

Melansir dari berbagai sumber, Min Aung Hlaing adalah Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar. Ia menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata negara tersebut sejak Maret 2011 lalu.

Sebelumnya, dia adalah Kepala Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Myanmar dan dipromosikan menjadi Jenderal bintang empat pada awal 2011 dan Jenderal bintang lima pada Maret 2013.

Pria kelahiran tahun 1956 itu menghabiskan seluruh karirnya di militer, di mana dia bergabung sebagai seorang kadet. Dia masuk ke Akademi Layanan Pertahanan Myanmar pada tahun 1974, dalam usaha ketiganya memasuki akademi itu.

Dia menjadi terkenal pada tahun 2009 setelah memimpin serangan terhadap pemberontak Tentara Nasional Aliansi Demokratik di Kokang, yang berada dekat perbatasan dengan China. Pada bulan Juni 2010, Min menggantikan Jenderal Shwe Mann sebagai Kepala Gabungan Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Karir prajurit yang terkenal pendiam dan sederhana bisa terbilang sangat bagus dan lancar. Dia mendapatkan promosi reguler dan karirnya terus menanjak, akhirnya menjadi komandan Biro Operasi Khusus-2 pada tahun 2009.

Tidak hanya di Tatmadaw, atau jajaran militer Myanmar, Min Aung Hlaing juga memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia politik. Pengaruh politiknya meningkat ketika Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan (USDP) yang didukung militer memimpin pemerintahan.

BACA JUGA :  Salah Satu Pecatur Wanita Terbaik dalam Sejarah, Judit Polgar

Min Aung Hlaing dikenal sangat pintar beradaptasi dan mampu menggunakan setiap kesempatan untuk meningkatkan pamor, pengaruhnya. Saat Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi berkuasa, dia “mampu” bekerja dan tampil di acara publik bersama pemimpin de facto Myanmar itu.

Pemilihan umum pada November 2020 membuat hubungan militer dan penguasa sipil menegang. Tatmadaw dan USDP menuding NLD melakukan kecurangan.

Isu kudeta mulai muncul setelah pemilihan umum, yang akhirnya benar-benar terjadi pada awal Februari lalu. Setelah militer merebut kekuasan dan menangkap para pejabat, Min Aung Hlaing didapuk sebagai pemimpin sementara.

Artikel ini telah tayang di sindonews.com dengan judul Mengenal Min Aung Hlaing, Sosok di Balik Kudeta Myanmar

 

Berita Terkait