oleh

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Masuk Lima Besar Terendah Se-Indonesia, Sutomo Jabir Minta Laksanakan Rapat Konsultasi

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir mengatakan Kaltim termasuk lima besar terendah pertumbuhan ekonominya se-Indonesia pada Quartal l tahun 2021.

Salah satu alasanya adalah kurangnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi ke pemerintah kab/kota serta antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

“Sektor industri, sektor galian dan pertambangan serta sektor kontruksi sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi tidak bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

Politisi PKB ini menambahkan salah satu penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) dari sektor kontruksi hanya mencapai 8 hingga 10 persen, pihaknya menilai serapan anggaran pemerintah di sektor konstruksi terhitung masih sangat rendah.

Ia juga meminta pimpinan segera mengundang kepala daerah untuk melaksanakan rapat konsultasi karena lambatnya pertumbuhan ekonomi kaltim agar tidak menimbulkan masalah sosial yang tinggi.

BACA JUGA :  Jaga Keseimbangan Antara Pengendalian COVID-19 dengan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Kembali Tegaskan Larangan Mudik Lebaran

“DPRD dan Eksekutif seharusnya melakukan rapat konsultasi secara berkala karena persoalan yang terjadi, baik pertumbuhan ekonomi yang lambat, angka pengangguran terbuka semakin besar, kemiskinan semakin meningkat dan ini bukan cuman tanggung jawab eksekutif saja tapi juga tanggung jawab legislatif,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahakan kurangnya serapan anggaran disebabkan adanya pergub nomor 49 tahun 2020 tentang bantuan keuangan.untuk menggabung kegiatan minimal 2,5 milyar untuk 1 kegiatan.

“Padahal sudah disepakati sebelumnya bahwa kegiatan bankeu bisa untuk kegiatan di bawah 2,5 miliar dan ini yang menghambat proses pembangunan infrastruktur di kaltim khususnya bantuan keuangan,” pungkasnya. (KabarBorneo.id/Rasyid)

Berita Terkait