oleh

Haji Tahun Ini Ditiadakan, Ely Hartati Himbau Jamaah Tetap Bersabar

KABARBORNEO.ID, SAMARINDA- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid mengungkapkan kebijakan dan keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak memberangkatkan calon jamaah haji dinilai sudah tepat pada Selasa (8/6).

Karena melihat Indonesia dan dunia saat ini masih dilanda pandemi COVID-19, jika dipaksakan memberangkatkan calon jamaah haji dapat membahayakan keselamatan jiwa dan kesehatan jamaah.

“Kami yakin, apa yang diputuskan pemerintah ini untuk kebaikan kita semua. Kita masih berada dalam situasi pandemi, kita tidak paham kapan ini akan berakhir, pasti semua negara bingung menghadapinya. Jadi kita yakini, ini yang baik untuk kita bersama,” ucapnya.

Politisi PDIP itu menturkan Komisi IV sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan Kemenag Kaltim membahas terkait rencana pemberangkatan calon jamaah haji. Namun karena adanya keputusan dari pemerintah terdebut pihaknya belum melakukan pertemuan kembali dengan Kemenag Kaltim.

“Iya sudah tapi kalau yang berita terbaru (peniadaan pemberangkatan calon jamaah haji, red) ini belum ada. Pertemuan kami sebelumnya itu, kami tanyakan tentang peraturan kebijakan dari pemerintah Arab Saudi terkait kuota haji. Informasi dari pihak Kemenag Kaltim, ada sekitar 5 persen saja jamaah yang bisa berangkat dengan usia di bawah 50 tahun. Tapi kemarin pemerintah sudah menyampaikan pernyataan bahwa tidak ada pemberangkatan. Ya kita pahami, tentu ini untuk kebaikan bersama,” jelasnya.

BACA JUGA :  4 Sekolah di Samarinda Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Kebahagiaan dan Rindu Siswa Akan Suasana Kelas Terobati

Ia berharap kepada calon jamaah haji agar memahami situasi bencana yang terjadi. Menurutnya, masih banyak ibadah lain yang bisa dilakukan hingga menunggu kembali pemberangkatan haji kembali.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia sudah maksimal dalam melakukan pendekatan dengan Pemerintah Arab Saudi.

“Jadi tetap bersabar, mungkin yang tidak bisa beribadah haji tahun ini bisa melakukan ibadah dalam bentuk lain, banyak yang bisa dilakukan untuk mengobati kerinduan pada Baitullah,” pungkasnya. (KabarBorneo.id/Rasyid)

Berita Terkait